Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto
  rsmargono@jatengprov.go.id
    (0281)632708

Chat

CUSA (Cavitron Ultrasonik Surgical Aspirator), Solusi Canggih Operasi Tumor Otak

Posted on 01 Juni 2014 11:31:52


Tindakan Pembedahan pada kasus bedah saraf mempunyai tingkat kesulitan dan resiko yang sangat tinggi mengingat begitu rumitnya system persarafan yang ada pada tubuh manusia. Kesalahan menentukan lokasi dan melakukan tindakan secara ceroboh dapat berakibat vatal pada keselamatan pasien.Diperlukan  kehati hatian dan ketrampilan pembedahan yang sangat mumpuni agar tindakan operasi justru tidak berakibat buruk terhadap pasien.
Di bidang bedah saraf, hampir semua teknik operasi untuk penyembuhan syaraf yang dilakukan bersifat invasif dengan kata lain harus dengan membuat luka sayatan dan membuka tulang tengkorak untuk mengakses kedalam jaringan otak atau yang biasa disebut sebagai craniotomy.

Tindakan operasi craniotomi dilakukan untuk membuat akses guna mencapai bagian bagian otak yang perlu diperbaiki. Operasi biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 5 jam bahkan bisa lebih. Tindakan operasi biasanya diawali dengan membuat sayatan pada kulit kepala dan kemudian dibuat beberapa lubang berdiameter kira kira 1 cm dengan bor. Selanjutnya tulang diantara tiap lubang akan dipotong sehingga terbentuk suatu potongan tulang tengkorak yang dapat dilepas.
Maka akan terlihat selaput pembungkus otak ( dura ), selaput ini lalu disayat serta dibuka untuk mencapai jaringan otak.
Langkah selanjutnya disesuaikan dengan penyakit yang diderita atau problematika yang dihadapi, dengan hati hati, untuk menghindari atau merusak bagian otak yang normal.
Tahapan  pada pembedahan saraf disamping memerlukan  kecakapan operator  , faktor ketersediaan peralatan yang canggih juga ikut berperan dalam mendukung keberhasilan operasi.Tindakan pembedahan dengan peralatan yang minimal akan berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan operasi. Penggunaan mikroskop , dan sederet peralatan canggih lainya termasuk didalamnya CUSA (Cavitron Ultra sonic Surgical Aspirator )/penyedot tumor  menjadi salah satu prasarat untuk menunjang tingkat keberhasilan  operasi bedah saraf.

BAGAIMANA CARA KERJA CUSA?

Cavitron Aspirator Bedah Ultrasonic (Cusa) adalah perangkat bedah yang menggunakan frekuensi ultrasonik pada fragmen  jaringan . This highly-specialized instrument is available at only a handful of veterinary universities and human hospitals that focus on neurosurgery. Instrumen ini sangat khusus tersedia di hanya segelintir universitas dan rumah sakit  yang fokus pada bedah saraf (RSMS termasuk salah satu yang memilikinya).

Handpiece dari Cusa berisi tip titanium berongga yang bergetar longitudinal sepanjang sumbu, didorong oleh transduser magnetostrictive. The vibration occurs with a frequency of 23 kHz and with an adjustable stroke of 0-300 microns. Getaran terjadi dengan frekuensi 23 kHz dan dengan stroke adjustable 0-300 mikron. The tip of the device, placed in contact with the target tissues, destroys and emulsifies the cell membranes, which are irrigated and removed through a built-in suction tube. Ujung perangkat, ditempatkan dalam kontak dengan jaringan target, menghancurkan dan emulsifies membran sel, yang beririgasi dan dihilangkan  melalui tabung hisap built-in. Since vessels larger than 0.5mm in diameter, nerves and fibrous tissue capsules contain much collagen, they rebound with the ultrasonic vibration waves emitted by the CUSA, and consequently they are left unimpaired by the procedure.
Diamping untuk operasi tertentu pada otak,The CUSA selectively ablates tissues with high water content such as liver parenchyma, glandular, and neoplastic tissue. Cusa selektif merontokan  jaringan dengan kadar air tinggi seperti parenkim hati, kelenjar, dan jaringan neoplastik. This instrument is most useful when removing purportedly “non-resectable” brain and spine tumors. Alat ini sangat berguna pada operasi" tumor otak dan tumor pada tulang belakang didaerah Medula spinalis . With a gentle wand-like motion, the CUSA enables a “layer by layer” surgical excision without affecting vital structures. Dengan gerakan tongkat yang  lembut, yang memungkinkan Cusa  mengeksisi tomor lapis demi lapis secara lembut tanpa merusak jaringan vital  disekitarnya.

Pisau bedah mutakhir cavitron ultrasonic surgical aspirator(CUSA) juga  mampu memotong jaringan otak  tanpa pembuluh darah di sekitarnya ikut terpotong sehingga pendarahan akan sedikit, dan hasil potongan juga sangat halus. Dengan demikian,pembedahan dapat dilakukan dengan aman dan hasil yang memuaskan.
Dengan menggunakan CUSA, daerah yang sukar dijangkau dan terlalu beresiko jika harus menggunakan gunting mikro dapat dilakukan dengan mudah. Meski tidak semua kasus tumor otak dapat dilakukan tindakan dengan CUSA, akan tetapi dengan adanya peralatan tersebut setidaknya mempermudah dalam hal tindakan tindakan operasi tertentu dengan resiko yang minimal dan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi.


Komentar Berita.

Belum ada komentar.

Pencarian Berita

Arsip Berita