Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto
  rsmargono@jatengprov.go.id
    (0281)632708

Chat

Gangguan Perilaku Seksual, Pedofilia

Posted on 08 Oktober 2014 17:38:23


Akhir-akhir ini semua media heboh akan kasus pedofilia. Ada JIS dengan riwayat predator anak dari AS,ada Emon di Sukabumi dengan korban sodomi kanak-kanak hamper 30 orang, disusul berita  dari Sumatra Utara ,Riau,Aceh,Kalsel  dst. Bahkan KPAI mencetuskan Indonesia darurat kekerasan seksual terhadap anak. Presiden pun meminta agar hukuman terhadap pelaku diperberat, termasuk usul KPAI agar pelaku dikebiri.

Menurut Pustaka, Pedofilia merupan penyakit Gangguan Kepribadian, masuk dalam sub bab:

Gangguan Preferensi Seksual,sesuai :   Diagnostic And Statistical ManualOf Mental Disorder Edisi Revisi IV  (DSM-IV-APA/ American Psychiatric Association 2013) Blok F 6 : dalam ICD( International Classification of Diseases). Ciri khas  gangguan ini diderita makluk dewasa yang membuat perilaku menetap dan merupakan ekspresi gaya hidup yg khas dari seseorang , terkait hubungan  dengan  diri sendiri maupun orang lain.Pola ini dapat muncul dini maupun kemudian sebagai  akibat dari multifaktor yakni genetik, konstitusional maupun pengalaman sosial. Bisa juga didapat dari pengalaman hidup selanjutnya.

Beberapa Gangguan Preferensi seksual adalah :

Fethisime adalah kelainan yang dikarakteristikan sebagai dorongan seksual hebat yang berulang dan secara seksual menimbulkan khayalanyang dipengaruhi oleh objek yang bukan manusia.Pada fetishisme,dorongan seksual terfokus pada benda atau bagian tubuh (seperti,sepatu, sarung tangan, celana dalam, atau stoking) yang secara mendalam dihubungkan dengan tubuh manusia.

Tranvetisme Fetihistik  adalah gejala keadaan seseorang yang mencari rangsangan dan pemuasan sexual dengan memakai pakaian dan berperan sebagai seorang dari sex yang berlainan.Cross dressing tersebut dapat berupa menggunakan salah satu bahan yang dipakaiwanita atau mengenakan pakaian wanita lengkap dan menampilkan diri sebagai wanita di depan umum. Tujuan orang tersebut adalah untuk mencari kepuasan seksual

Ekshibisionisme:adalah dorongan berulang untuk menunjukkan alat kelamin pada orang asing atau pada orang yang tidak menyangkanya.Kegairahan seksual terjadi pada saat antisipasi terhadap pertunjukan tersebut, dan orgasme didapatkan melalui masturbasi selama atau setelah peristiwa.

Voyeurisme Istilah voyeurism, dari kata Prancis berarti melihat, mengacu padakeinginan untuk memandang tindakan dan ketelanjangan hubungan seks.Voyeurisme adalah preokupasi rekuren dengan khayalan dan tindakan yang berupa mengamati orang lain yang telanjang atau sedang berdandan atau melakukan aktivitas seksual.

Pedofilia Kata ini berasal dari  bahasa Yunani:   paidophilia, pais ,( "anak  /-anak-anak") dan  philia("cinta yang bersahabat" atau"persahabatan)". Di zaman modern, pedofil digunakan sebagai ungkapa nuntuk "cinta anak" atau "kekasih anak" dan sebagian besar dalam konteks  ketertarikan romantis atau seksual dengan berbagai cara, yang paling banyak dengan sodomi.Pedofilia juga merupakan gangguan  psikoseksual, yang mana fantasi atau tindakan seksualdengan anak-anak prapubertas merupakan cara untuk mencapai gairah dan kepuasan seksual. Perilaku ini mungkin diarahkan terhadap anak-anak berjenis kelamin sama atau berbeda dengan pelaku. Beberapa pedofil tertarik pada anak laki-laki maupun perempuan.Sebagian pedofil ada yang hanya tertarik pada anak-anak, tapi ada pula yang jugatertarik dengan orang dewasa dan anak-anak

Preferensi seksual terhadap anak-anak, biasanya pra-pubertas atauawal masa pubertas, baik laki-laki maupun perempuan Pedofilia jarang ditemukan pada perempuan ,Preferensi tersebut harus berulang dan menetap Termasuk : laki-laki dewasa yang mempunyai preferensi partner seksual dewasa, tetapi karena mengalami frustasi yang kronis untuk mencapai hubungan seksual yang diharapkan, maka kebiasaanya beralih kepada anak-anak .

 

Kriteria diagnosa bagi pedofilia:

Selama waktu sekurangnya 6 bulan, terdapat khayalan yang merangsang secara seksual, dorongan seksual, atau perilaku yang berulang dan kuat berupa aktivitas seksual dengan anak  prapubertas atau dengan anak-anak (biasanya berusia 13 tahun ataukurang.

Khayalan, dorongan seksual, atau perilaku menyebabkan penderitaanyang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya.

Orang sekurangnya berusia 16 tahun dan sekurangnya berusia 5tahun lebih tua dari anak, atau anak-anak dalam kriteria usianya.

Dari 3 hal tersebut, tidak dapat dipungkiri anak pun dapat menjadi pedofilia terhadap anak lainnya yang lebih muda. Secara fisik, kaum pedofilia ini tampak normal, tidak ada tanda khusus  baik fisik maupun psikis.Penyebab pasti kaum ini belum diketahui. Banyak faktopr yang terlibat di dalamnya, termasuk genetik,konstitusional (bawaan penyimpngan jiwanya) maupun pengalaman hidupnya saat kanak-kanak. Misal jadi korban sodomi ,maka secara tak sadar si korban membalas dendam perilaku yang sama terhadap anak lain.-Sadomasokisme: Sadisme seksual adalah preferensi mendapatkan atau meningkatkan kepuasan seksual dengan cara menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental. Perbuatan sadistik dalam bersetubuh antara lain memukul, menampar, menggigit, mencekik, menoreh mitranya dengan pisau, menyayat-nyayat mitranya dengan benda tajam. Juga bisa dengan mengeluarkan kata-kata kotor, penyiksaan berat sampai dengan pembunuhan untuk mendapatkan kepuasan seks dan untuk mendapatkan orgasme adalah puncak dari sadisme   dimana tubuh korban dirusak dan dibunuh dengan kejam. Biasanya hal ini dilakukan dengan kondisi jiwa psikotik. Ada semacam obsesi sangat kuat merasa ditolak oleh wanita, sekaligus rasa agresif, dendam dan benci.Masokhisme seksual yaitu mencapai kepuasan seksual dengan menyakiti diri sendiri, lebih sering terjadi pada wanita, sedangkan sadisme lebih sering terjadi pada laki-laki. -Necrofilia : terpuaskan  hasrat seksualnya dengan menyetubuhi mayat, biasa dilakukan laki-laki-_ Zoofilia:.terpuaskan libidonya dengan menggauli binatang, tersering adalah anjing, dapat diderita laki-laki maupun wanita.Pendapat saya, bagi setiap pasangan memiliki balita maupun anak-anak ,baik laki-laki maupun perempuan, perlu tetap menjalin komunikasi intens dengan buah hati sesibuk apapun bekerja, memberikan “pendidikan” seks dini bagi buah hati, selalu waspada jika si kecil berubah pola tingkah lakunya, kalau perlu bawa si kecil ke dokter langganan, karena dapat saja dia “strees” karena diperlakukan kasar kaum pedofilia walau belum ada kontak seksual serta perkuat iman kepadaNya, yang paling penting perlu ditanyakan periodic apakah ada orang yang membuka celana atau celana dalamnya, membelai-belai dirinya, menciuminya dst, sebagai tolok ukur awal terhadap usaha oknum pedofilia melakukan aksinya.Jelas kaum pedofilia dan lainnya tidak merasa menderita penyakit,tampilan luarnya tidak ada keanehan atau cirri khusus, sehingga saya amat setuju agar ada efek jera vonis bagi pelaku adalah seumur hidup dan dikebiri, hal yang secara teknis medis amat mudah dilakukan. Selain efek jera karena organ seksualnya tidak berfungsi juga sebagai hukuman karena korban pedofilia dapat menderita secara psikis seumur hidup. SEMOGA.

Dr. AG Paulus M.Si.,Med
Konselor Genetika RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Berkoh Indah Blok EII/282 Purwokerto 53146.

Komentar Berita.

  • Lukman Fitrianto
    10-10-2014 06:15:35
    Saya rasa mereka para pelaku mengidap gejala Runtuhnya Fungsi Luhur, jadi sama seperti orang tak waras, solusinya kalu dipenjara ya sama aja seperti menebang pohon pisang, mati satu tumbuh seribu
  •  

Pencarian Berita

Arsip Berita