Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto
  rsmargono@jatengprov.go.id
    (0281)632708

Mencuci Tangan "Biasa Bersih, Hidup Jadi Sehat"

Posted on 15 Juni 2015 11:33:42


Kenapa kita harus mencuci tangan kita secara baik, dan benar? Pada umumnya flu dan pilek yang disebabkan oleh virus, tersebar melalui kontak secara langsung. Seseorang yang menderita flu apabila bersin dan menutup dengan kedua tangan lain menyentuh telepon, keyboard ataupun gelas minuman, kuman tersebut dapat menetap dan hidup beberapa jam di benda yang disentuh tersebut sampai menyebar ke orang lain. Oleh karena itu, peranan cuci tangan untuk pencegahan dan penyebaran penyakit itu sangatlah penting. "Cuci tangan masih merupakan cara terbaik untuk mencegah flu dan infeksi pemafasan yang ditularkan dari tangan ke mulut atau kontak melalui tangan ke hidung/mata".

Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal.

Mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya.

Macam-macam cara mencuci tangan :

  1. Mencuci tangan dengan air
  2. Mencuci tangan dengan air panas
  3. Mencuci tangan dengan sabun
  4. Mencuci tangan dengan cairan
  5. Mencuci tangan dengan tisu basah

Mencuci tangan dengan sabun adalah praktik mencuci tangan yang paling umum dilakukan setelah mencuci tangan dengan air saja. Walaupun perilaku mencuci tangan dengan sabun bertujuan untuk memutus mata rantai kuman, namun pada praktiknya perilaku ini dilakukan karena banyak hal di antaranya, meningkatkan status sosial, tangan dirasakan menjadi wangi, dan sebagai ungkapan rasa sayang pada anak.

Pada fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, mencuci tangan bertujuan untuk melepaskan atau membunuh patogen mikroorganisme (kuman) dalam mencegah perpindahan mereka pada pasien. Penggunaan air saja dalam mencuci tangan tidak efektif untuk membersihkan kulit karena air terbukti tidak dapat melepaskan lemak, minyak, dan protein dimana zat-zat ini merupakan bagian dari kotoran organik. Karena itu para staf medis, khususnya dokter bedah, sebelum melakukan operasi diharuskan mensterilkan tangannya dengan menggunakan antiseptik kimia dalam sabunnya (sabun khusus atau sabun anti mikroba). Untuk profesi-profesi ini pembersihan mikro organisme tidak hanya diharapkan "hilang" namun mereka harus bisa memastikan bahwa mikro organisme yang tidak bisa "bersih" dari tangan mati, dengan zat kimia antiseptik yang terkandung dalam sabun. Aksi pembunuhan mikroba ini penting sebelum melakukan operasi dimana mungkin terdapat organisme-organisme yang kebal terhadap antibiotik

Mencuci Tangan dengan cairan
Sesuai perkembangan zaman, dikembangkan juga cairan pembersih tangan non alkohol. Namun apabila tangan benar-benar dalam keadaan kotor, baik oleh tanah, darah, ataupun lainnya, maka penggunaan air dan sabun untuk meneuci tangan lebih disarankan karena cairan pencuci tangan baik yang berbahan dasar alkohol maupun non alkohol walaupun efektif membunuh kuman cairan ini tidak membersihkan tangan, ataupun membersihkan material organik lainnya. Cairan pencuci tangan yang disarankan adalah yang mengandung paling sedikit 60 persen alkohol dan bahan pelembab. Cairan pembunuh kuman yang berbahan dasar alkohol tidak efektif untuk mematikan materi organik, dan virus-virus tertentu seperti norovirus, spora-spora bakteria tertentu, dan protozoa tertentu. Untuk membersihkan mikro organisme - mikro organisme tersebut tetap disarankan menggunakan sabun dan air.

Mencuci tangan dengan tisu basah
Tisu basah menjadi altematif membersihkan tangan setelah mencuci tangan dengan sabun karena lebih praktis dan tidak memerlukan air. Beberapa tisu basah telah mengembangkan kandungan wewangian beralkohol, atau anti bakteri, ataupun minyak almond untuk menjaga kulit tangan agar tidak terasa kering. Namun tisu basah tidak baik untuk meneuci tangan karena hanya mengembalikan kuman bolak-balik di tangan.

Manfaat Mencuci Tangan
Manfaat yang diperoleh apabila kita mencuci tangan dengan air bersih dan sabun yaitu :

  1. Dengan penggunaan sabun yang lebih serta air bersih yang eukup akan menurunkan insiden diare pada anak dan bayi usia enam sampai delapan belas bulan.
  2. Mencuci tangan dengan air bersih dan sebelum menyiapkan makanan efektif menurunkan insiden diare.
  3. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman. Dari hasil studi oleh Khan (1982) tentang manfaat mencuci tangan dengan sabun sesudah buang air besar, sebelum makan dan menyiapkan makanan membuktikan bahwa perilaku tersebut merupakan cara yang efektif untuk menurunkan insidens penyakit.

Waktu yang tepat melakukan cuci tangan :

  1. Sesudah kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya.
  2. Bila tangan tampak kotor.
  3. Sebelum meninggalkan rumah sakit.
  4. Segera setelah melepaskan sarung tangan.
  5. Segera setelah membersihkan sekresi hidung.
  6. Sebelum dan setelah menyiapkan dan mengkonsumsi makanan.
  7. Segera setelah tiba di rumah sakit.
  8. Sebelum masuk & meninggalkan ruangan pasien.
  9. Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien atau benda yang terkontaminasi cairan tubuh pasien.
  10. Diantara kontak pasien satu dengan yang lain
  11. Sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien
  12. Sesudah dari Toilet

Pencarian Berita

Arsip Berita