Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto
  rsmargono@jatengprov.go.id
    (0281)632708

Chat

RSMS Peduli “Penderes Kelapa”

Posted on 27 Maret 2014 10:12:27


Banyumas sejak lama dikenal sebagai sentra penghasil gula kelapa. Gula kelapa tersebut tidak hanya menjadi konsumsi diwilayah yang terkenal dengan logat ngapak ngapak tersebut, tetapi juga menjadi konsumsi nasional bahkan dijadikan pengahasil defisa dengan diekspor ke mancanegara.
Manisnya gula kelapa ternyata tidak semanis nasib para penderesnya. Disamping secara ekonomi yang masih meprihatinkan ,  faktor keselamatan para penderes juga menjadi taruhan.Sudah banyak korban berjatuhan yang berakibat kecacatan bahkan kematian. Banyak faktor yang mendasari tingginya kejadian kecelakaan kerja para penderes tersebut.Seringnya mengabaikan perangkat keselamatan dan diperparah oleh kurang siapnya warga dalam mengantisipasi korban akubat terjatuh dari pohon kelapa semakin meningkatkan  tingginya kematian.


Berangkat dari keprihatinan tersebut, RSMS selaku Rumah sakit Pusat rujukan jawa tengah barat selatan  terpanggil untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi para kader yang ada diwilayah banyumas, terutama kecamatan cilongok yang merupakan sentra penghasil gula merah.

Wujud keprihatinan tersebut dituangkan dalam bentuk pemberian pelatihan mengenai bantuan hidup dasar (Basic Live Dupport).Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Cilongok satu kabupaten Banyumas tersebut diikuti oleh peserta dari eks kawedanan ajibarang .Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan Basic Live support terdiri dari para karang taruna, perangkat desa dan organisasi kepemudaan lainya.


Saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan tersebut ,Dr.Targib, SpBS selaku wadir penunjang dan pendidikan RSUD Prof DR Margono Soekarjo mengharapkan agar pelatihan ini dapat bermanfaat buat warga yang membutuhkan pertolongan.
Kegiatan pembukaan yang juga dihadiri oleh Dinas Kesehatan Banyumas yang diwakili oleh Sadiyanto,SKM, MSc  mendapat apresiasi yang sangat luar biasa.


Peserta Pendidikan dan pelatihan Basic Live support ini disamping mendapat teori juga praktik Resusuitasi jantung Paru, Pembidaian dan pembalutan serta evakuasi dan transportasi. Materi yang diberikan ini merupakan materi sebagai antisispasi apabila  menjumpai keadaan emergensi dilapanagan sehingga diharapakan masyarakat sebagai garda terdepan dapat ikut berperan mengurangi terjadinya angka kecacatan dan kematian akitan penanganan yang salah.

 


Komentar Berita.

Belum ada komentar.

Pencarian Berita

Arsip Berita