# #
Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto (0281)632708 rsmargono@jatengprov.go.id

Satu Pemeriksaan Dini Melindungi Bayi dari Penularan Hepatitis B

Satu Pemeriksaan Dini Melindungi Bayi dari Penularan Hepatitis B

RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo mengedukasi pentingnya skrining HBsAg pada ibu hamil sebagai langkah memutus rantai penularan Hepatitis B dari ibu kepada bayi.

PURWOKERTO — Dalam rangka memperingati Pekan Peduli Hepatitis B, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo bersama dr. Marta Isyana Dewi, Sp.OG., Subsp. Obginsos dan tim Poliklinik Kebidanan dan Kandungan menyelenggarakan edukasi kesehatan mengenai deteksi dini dan pencegahan penularan Hepatitis B dari ibu kepada bayi, Rabu (9/9/2026), di Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSMS. Kehamilan adalah masa penuh harapan. Namun ada kondisi kesehatan yang sebaiknya diketahui sejak awal agar tidak berdampak pada bayi salah satunya Hepatitis B.

Sering Tidak Menimbulkan Gejala

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati, organ yang bertugas menyaring racun dalam tubuh. Pada tahap awal, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan keluhan apa pun. Seorang ibu hamil bisa merasa sehat, tidak demam, dan tidak tampak kuning, tetapi virusnya tetap ada di dalam tubuh.

Karena itu, satu-satunya cara memastikannya adalah lewat pemeriksaan darah bernama HBsAg. Pemeriksaan ini termasuk dalam program pemerintah bernama Triple Eliminasi, yaitu upaya menghentikan penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B dari ibu ke anak, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2017. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk semua ibu hamil sejak pemeriksaan kehamilan yang pertama, bukan hanya bagi yang merasa berisiko.

Mengapa Perlu Dicegah

Virus Hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah penularan dari ibu kepada bayi, yang sebagian besar terjadi saat proses persalinan. Besar kecilnya risiko berbeda pada tiap ibu, sehingga ibu dengan hasil pemeriksaan positif perlu menjalani pemeriksaan lanjutan.

Bila bayi tertular saat lahir,sekitar 90% akan membawa infeksi ini seumur hidup karena daya tahan tubuhnya belum sempurna. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak hati, menimbulkan pengerasan jaringan hati (sirosis), bahkan kanker hati saat ia dewasa. Sebaliknya, bila pencegahan dilakukan tepat waktu, sebagian besar bayi terlindungi. Vaksinasi Hepatitis B yang lengkap memberi perlindungan hingga sekitar 95%.

Tiga Langkah Pencegahan

     Sebelum hamil. Calon ibu dan calon ayah memeriksakan HBsAg. Bila hasilnya negatif artinya belum memiliki kekebalan, keduanya dapat divaksinasi. Hindari pula pemakaian bersama sikat gigi, alat cukur, dan pemotong kuku.

     Saat hamil. Pemeriksaan HBsAg dilakukan sejak pemeriksaan kehamilan yang pertama. Bila hasilnya positif, dokter akan memeriksa kondisi hati dan jumlah virus dalam darah ibu, lalu memberikan obat antivirus yang aman untuk kehamilan bila memang diperlukan.

     Setelah melahirkan. Inilah tahap yang paling menentukan. Bayi mendapat suntikan antibodi (HBIG) < 12 jam, di lanjutkan vaksin Hepatitis B-0 dosis pertama dalam 24 jam pertama kehidupannya, lalu imunisasi dilanjutkan sampai tuntas. Setelah itu, anak diperiksa darahnya untuk memastikan ia tidak tertular dan kekebalannya sudah terbentuk. Ibu sendiri tetap perlu kontrol setelah melahirkan. Suami dan anggota keluarga yang tinggal serumah juga dianjurkan memeriksakan diri dan divaksinasi bila belum kebal.

Dua Hal yang Sering Ditanyakan

1.   Apakah harus melahirkan lewat operasi caesar? Tidak. Hepatitis B bukan alasan untuk langsung menjalani operasi caesar. Cara melahirkan tetap ditentukan oleh kondisi ibu dan bayi seperti biasa.

2.   Apakah ibu boleh menyusui? Boleh, dan tetap dianjurkan, selama bayi sudah mendapat suntikan antibodi dan vaksin tepat     waktu. Bila puting lecet atau  berdarah, sebaiknya di tunda dan konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan.

Di Mana Bisa Diperiksa

Pemeriksaan HBsAg untuk ibu hamil tersedia di Puskesmas sebagai bagian dari pemeriksaan kehamilan. Bila hasilnya positif atau diperlukan pemeriksaan lanjutan, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo melayani pendampingan kehamilan dengan Hepatitis B serta perlindungan bayi baru lahir melalui Poliklinik Kebidanan dan Kandungan. Informasi jadwal dan pendaftaran dapat diperoleh melalui website rsmargono.go.id.

Jangan Menunggu Gejala

Karena Hepatitis B sering tidak bergejala, menunggu sampai ada keluhan bukanlah cara yang tepat. Bagi ibu yang sedang hamil, ada satu pertanyaan sederhana yang penting diajukan kepada bidan atau dokter:

Apakah saya sudah diperiksa HBsAg?”

Bila hasilnya positif, ibu tidak perlu panik. Justru dengan mengetahuinya sejak awal, ibu bersama tenaga kesehatan punya cukup waktu menyiapkan perlindungan terbaik bagi bayi. Kenali status Hepatitis B, periksakan diri selama kehamilan, dan pastikan bayi mendapat perlindungan segera setelah lahir.

Melindungi kesehatan hati seorang anak dapat dimulai sejak sebelum ia dilahirkan.

Diskusi & Komentar

Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Arsip Berita