# #
Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto (0281)632708 rsmargono@jatengprov.go.id

Hari Sepsis Sedunia 2026: Kenali Tanda Sepsis, Bertindak Cepat untuk Selamatkan Nyawa

Hari Sepsis Sedunia 2026: Kenali Tanda Sepsis, Bertindak Cepat untuk Selamatkan Nyawa

Hari Sepsis Sedunia yang diperingati setiap 13 September menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya sepsis. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Provinsi Jawa Tengah mengajak pasien, keluarga, dan masyarakat untuk mengenali tanda sepsis serta tidak menunda mencari pertolongan medis segera.

Sepsis bukan sekadar infeksi biasa, sepsis merupakan kondisi mengancam nyawa yang terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan fungsi organ. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja sehingga pengetahuan tentang tanda dan gejala, bahaya serta penanganan segera akan menyelamatkan nyawa pasien.

 

Sepsis Dapat Berawal dari Berbagai Jenis Infeksi

Sepsis dapat berawal dari berbagai jenis infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun parasit. Infeksi yang memicu respons tubuh secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada berbagai organ apabila tidak segera ditangani.

Beberapa sumber infeksi yang dapat berkaitan dengan sepsis antara lain infeksi paru seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi kulit atau jaringan lunak, infeksi saluran cerna, serta infeksi berat lainnya.

Risiko tinggi terjadinya sepsis dapat terjadi pada kelompok seperti bayi, lanjut usia, ibu hamil, pasien dengan penyakit kronis, serta orang dengan daya tahan tubuh yang rendah/ menurun. Pasien dengan kondisi seperti diabetes, penyakit ginjal, kanker, atau gangguan sistem kekebalan tubuh perlu lebih waspada apabila mengalami infeksi disertai kondisi yang semakin memburuk.

Kenali Tanda dan Gejala Sepsis

Mengenali perubahan kondisi tubuh menjadi langkah penting untuk mendapatkan pertolongan segera .Beberapa tanda dan gejala yang perlu di waspadai antara lain:

  • Demam atau suhu tubuh lebih rendah dari normal
  • Menggigil dan lemas berat
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang memberat
  • Napas cepat atau mengalami sesak nafas
  • Denyut jantung atau nadi cepat
  • Kulit terasa dingin, pucat, atau berkeringat dingin.
  • Kebingungan, gelisah dan terjadi penurunan kesadaran
  • Sangat mengantuk atau sulit dibangunkan
  • Penurunan jumlah urine atau tidak buang air kecil

Tidak semua tanda dan gejala tersebut muncul pada setiap pasien. Perubahan kondisi umum yang terjadi secara cepat, terutama pada seseorang yang sedang mengalami infeksi, perlu menjadi perhatian.

Pada bayi, anak, dan lanjut usia, tanda sepsis juga dapat muncul secara tidak khas. Penurunan aktivitas, perubahan perilaku, sulit makan atau minum, maupun kondisi yang semakin lemah perlu diperhatikan, terutama apabila disertai tanda infeksi.

Jangan Menunda Mencari Pertolongan Medis

Sepsis dapat berkembang dengan cepat. Segera bawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan atau IGD apabila kondisi semakin memburuk, terutama jika ditemukan tanda bahaya seperti sesak nafas yang memberat, perubahan atau penurunan kesadaran, kejang, bibir atau kulit tampak kebiruan, tidak buang air kecil, muntah terus-menerus, dan pasien tampak sangat lemah.

Saat mendapatkan pertolongan medis, keluarga dapat membantu tenaga kesehatan dengan memberikan informasi mengenai keluhan yang dialami, sejak kapan gejala muncul, obat yang telah dikonsumsi, penyakit penyerta, alergi obat, serta riwayat perawatan atau tindakan medis sebelumnya.

Informasi tersebut dapat membantu tenaga kesehatan melakukan penilaian kondisi pasien dan menentukan penanganan segera dengan cepat dan tepat.

 

Pencegahan Infeksi Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Upaya mencegah sepsis tidak terlepas dari pencegahan dan penanganan infeksi. Masyarakat dapat menerapkan berbagai kebiasaan sehat, antara lain:

  • Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer bila diperlukan.
  • Menjaga kebersihan dan merawat luka dengan baik.
  • Mengikuti imunisasi sesuai anjuran.
  • Menjaga kesehatan dan mengendalikan penyakit penyerta.
  • Menggunakan antibiotik hanya berdasarkan resep dan anjuran tenaga kesehatan.
  • Segera berkonsultasi apabila mengalami infeksi dengan kondisi yang memburuk.

Melalui peringatan Hari Sepsis Sedunia 2026, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda dan gejala sepsis serta terjadinya perubahan kondisi tubuh akibat sepsis. Mengenali tanda bahaya, mencari pertolongan sedini mungkin, dan mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kondisi menjadi semakin berat.

Kenali. Cegah. Bertindak Cepat.


Karena pada kondisi sepsis, setiap waktu sangat berarti.

Diskusi & Komentar

Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Arsip Berita