Saat memilih makanan atau minuman, kita sering tertarik pada produk yang terlihat “sehat”. Kemasan berwarna hijau, tulisan whole grain, label high protein, gambar buah, atau kesan “sporty” sering membuat suatu produk tampak seperti pilihan yang lebih baik.
Namun, tampilan dan klaim pada bagian depan kemasan belum tentu menggambarkan keseluruhan kandungan gizinya. Setiap produk dapat memiliki komposisi, ukuran sajian, kandungan gula, natrium, lemak, hingga protein yang berbeda.
Karena itu, menjadi konsumen yang cerdas tidak cukup hanya dengan melihat kemasan. Kita juga perlu membaca informasi nilai gizi dan daftar bahan sebelum menentukan pilihan.
Berikut lima makanan dan minuman yang sering dianggap sehat, tetapi tetap perlu dicermati kandungannya
1. Yogurt Rasa Buah: Tetap Perhatikan Kandungan Gulanya
Yogurt dikenal sebagai salah satu produk olahan susu yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, tidak semua produk yogurt memiliki kandungan yang sama.
Pada beberapa yogurt rasa buah, rasa manis tidak hanya berasal dari buah, tetapi juga dapat berasal dari gula tambahan. Jumlah gula tersebut dapat berbeda antara satu produk dengan produk lainnya.
Sebelum membeli, biasakan melihat informasi nilai gizi dan memperhatikan jumlah gula per sajian. Jangan lupa melihat ukuran sajian karena satu kemasan belum tentu dihitung sebagai satu porsi.
Sebagai alternatif sederhana, Anda dapat memilih plain yogurt kemudian menambahkan buah segar untuk memberikan rasa manis alami sekaligus menambah variasi asupan buah.
2. Keripik Sayur: Terbuat dari Sayur Belum Tentu Sama dengan Sayur Segar
Kata “sayur” pada nama produk terkadang membuat keripik sayur dianggap sama sehatnya dengan mengonsumsi sayuran segar.
Padahal, setelah melalui proses pengolahan, beberapa produk keripik sayur dapat mengandung natrium dan lemak dalam jumlah yang perlu diperhatikan. Kandungan tersebut juga bergantung pada bahan, cara pengolahan, serta bumbu yang digunakan.
Karena itu, saat memilih keripik sayur, periksa kandungan:
- Natrium
- Lemak
- Ukuran sajian
- Daftar bahan
Keripik sayur tetap dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan dan porsinya, tetapi sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti utama sayuran. Untuk memenuhi kebutuhan sayur sehari-hari, sayuran segar atau sayuran yang diolah dengan cara yang lebih sederhana tetap menjadi pilihan utama.
3. Roti Berwarna Cokelat Belum Tentu Gandum Utuh
Apakah semua roti berwarna cokelat merupakan roti gandum utuh?
Jawabannya: belum tentu.
Warna cokelat pada roti tidak secara otomatis menunjukkan bahwa produk tersebut menggunakan gandum utuh atau whole grain sebagai bahan utamanya. Karena itu, jangan hanya menggunakan warna sebagai patokan.
Perhatikan daftar bahan pada kemasan untuk mengetahui bahan yang digunakan. Selain itu, lihat pula kandungan serat per sajian pada informasi nilai gizi.
Intinya, jangan hanya percaya pada tampilan warna cokelatnya saja. Informasi pada label dapat membantu kita mengetahui kandungan produk dengan lebih baik.
4. Protein Bar: Ada Tulisan “High Protein”, Apakah Cocok untuk Semua Orang?
Protein bar sering dipilih karena praktis dan identik dengan aktivitas olahraga atau gaya hidup sehat. Namun, kandungan setiap produk bisa sangat berbeda.
Ada protein bar dengan kandungan protein yang relatif tinggi, tetapi ada pula produk dengan jumlah protein yang lebih rendah. Kandungan gula, lemak, energi, serta bahan lainnya juga perlu diperhatikan.
Karena itu, sebelum membeli, periksa: Berapa gram protein dalam satu sajian?
Kemudian perhatikan juga ukuran sajian dan kandungan zat gizi lainnya.
Label high protein juga tidak berarti bahwa produk tersebut otomatis dibutuhkan oleh setiap orang. Kebutuhan protein setiap individu dapat berbeda, tergantung usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta pola makan secara keseluruhan.
5. Minuman Isotonik: Tidak Setiap Selesai Olahraga Harus Meminumnya
Setelah berolahraga, minuman isotonik sering dianggap sebagai pilihan yang wajib. Padahal, kebutuhan cairan setiap orang berbeda.
Untuk aktivitas fisik biasa dengan durasi serta intensitas yang tidak terlalu tinggi, air putih pada umumnya dapat menjadi pilihan untuk mengganti cairan yang hilang.
Minuman yang mengandung elektrolit dan/atau karbohidrat dapat lebih relevan dalam kondisi tertentu, misalnya aktivitas fisik yang berlangsung lama, intensitas tinggi, atau kondisi yang menyebabkan kehilangan cairan dan keringat lebih banyak.
Jadi, jangan memilih minuman hanya karena kemasannya terlihat “sporty”. Sesuaikan pilihan minuman dengan aktivitas dan kebutuhan tubuh.
Jangan Cuma Lihat Kemasan, Mulai Biasakan Membaca Label
Membaca label pangan dapat membantu kita membuat pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Sebelum memasukkan produk ke keranjang belanja, biasakan untuk melakukan beberapa hal berikut:
- Cek informasi nilai gizi. Lihat kandungan energi dan berbagai zat gizi yang terdapat dalam produk.
- Perhatikan kandungan gula. Bandingkan kandungan gula antarproduk dan sesuaikan dengan kebutuhan.
- Perhatikan kandungan natrium. Terutama pada makanan ringan dan makanan olahan.
- Lihat ukuran sajian. Informasi nilai gizi biasanya dihitung berdasarkan jumlah tertentu. Satu kemasan dapat terdiri atas lebih dari satu sajian.
- Baca daftar bahan. Daftar bahan membantu kita mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam suatu produk.
Pilih Berdasarkan Kandungannya, Bukan Hanya Klaimnya
Tidak ada satu makanan yang otomatis dapat dikategorikan “baik” atau “buruk” hanya berdasarkan nama maupun tampilannya. Kandungan gizi dapat berbeda antara satu produk, merek, bahkan varian dengan varian lainnya.
Hal yang lebih penting adalah melihat komposisi, kandungan gizi, jumlah yang dikonsumsi, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh dan pola makan secara keseluruhan.
Jadi, ketika melihat tulisan “gandum”, “buah”, “sayur”, “high protein”, atau kemasan yang terlihat sehat, jangan langsung mengambil kesimpulan.
Baca labelnya. Perhatikan kandungannya. Sesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda.
Pastikan makanan yang Anda pilih sesuai dengan kebutuhan tubuh, karena setiap orang dapat memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Kondisi kesehatan, usia, aktivitas fisik, serta tujuan kesehatan seseorang dapat memengaruhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
Konsultasikan kebutuhan gizi Anda bersama dokter spesialis dan tenaga kesehatan di Klinik Gizi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Mulai dari memahami komposisi isi piring yang seimbang, memilih makanan yang lebih tepat, hingga mendapatkan edukasi gizi sesuai kondisi kesehatan Anda.
Dengan informasi yang tepat dan kebiasaan memilih makanan secara bijak, setiap langkah kecil dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Klinik Gizi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo — Mendampingi Anda dalam memilih pola makan yang sesuai untuk hidup lebih sehat.
Diskusi & Komentar
Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan komentar.