# #
Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto (0281)632708 rsmargono@jatengprov.go.id

RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Gandeng World Federation of Hemophilia, Perkuat Layanan Medis Jawa Tengah

RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Gandeng World Federation of Hemophilia, Perkuat Layanan Medis Jawa Tengah

RSMS– RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS) Provinsi Jawa Tengah bersama World Federation of Hemophilia (WFH) menyelenggarakan hari pertama Workshop Hemophilia Treatment Centre (HTC) Twinning Program pada Senin (5/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari Hemophilia Scientific Program dan diikuti sekitar 150 peserta. Peserta berasal dari manajemen rumah sakit, tim hemofilia terpadu, dokter, perawat, fisioterapis, tenaga laboratorium, tenaga kefarmasian, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, BPJS Kesehatan, puskesmas, serta perwakilan pasien dari Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI).

Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah yang membuat penderitanya mudah mengalami perdarahan, terutama di sendi dan otot. Penanganannya tidak cukup dilakukan oleh satu profesi. Pasien hemofilia membutuhkan layanan yang menyeluruh, berkesinambungan, dan berpusat pada pasien, mulai dari diagnosis, pemberian terapi, rehabilitasi, hingga edukasi bagi pasien dan keluarga.

Tujuan Kegiatan

Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas dan sistem pelayanan HTC di RSMS melalui pembelajaran bersama WFH. Tujuan lainnya adalah memperkuat jejaring rujukan hemofilia antara rumah sakit, puskesmas, BPJS Kesehatan, dan komunitas pasien. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatan, pemberian injeksi yang aman, fisioterapi, dan hidroterapi bagi pasien hemofilia.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur RSMS, kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan WFH, Ahmed Hazri Mohamed Aris. Pada sesi ilmiah, tim WFH asal Belanda. Lize F.D. van Vulpen, MD, PhD menyampaikan materi mengenai pelayanan hemofilia yang komprehensif, Merel Timmer membahas penanganan serta rehabilitasi pada perdarahan sendi.

Pada sesi berikutnya yaitu roundtable bertajuk “Building a Comprehensive Hemophilia Care Network in Banyumas and Central Java.” Forum ini memberikan kesempatan kepada perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, serta peserta lainnya untuk berdiskusi langsung bersama tim WFH mengenai tantangan, kebutuhan, dan penguatan pelayanan hemofilia, khususnya di Kabupaten Banyumas.

Selain sesi ilmiah dan diskusi, peserta juga mengikuti dua workshop yang dilaksanakan secara paralel, yaitu:

  • Workshop hidroterapi dan fisioterapi pada hemofilia
  • Workshop penanganan kegawatan hemofilia dan praktik penyuntikan yang aman (safe injection) di puskesmas

Dampak bagi Masyarakat

Workshop ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi peserta, antara lain:

  • Penanganan lebih cepat dan tepat. Tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit menjadi lebih siap mengenali dan menangani perdarahan sejak awal, sehingga risiko komplikasi dan kecacatan sendi dapat dikurangi.
  • Layanan lebih dekat dengan pasien. Jejaring yang lebih kuat antara puskesmas dan rumah sakit memudahkan pasien mendapatkan pertolongan pertama dan rujukan tanpa harus menempuh jarak jauh.
  • Kualitas hidup lebih baik. Pengetahuan tentang fisioterapi, hidroterapi, dan pemberian terapi di rumah membantu pasien, terutama anak-anak, tetap aktif bersekolah, bekerja, dan beraktivitas.
  • Kolaborasi berkelanjutan. Kemitraan dengan WFH membuka akses RSMS pada standar layanan hemofilia internasional, yang selanjutnya diterapkan bagi masyarakat Banyumas dan Jawa Tengah.

Melalui HTC Twinning Program, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo terus mendorong terwujudnya pelayanan hemofilia yang komprehensif, terintegrasi, dan berkesinambungan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas profesi dan lintas fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendekatkan layanan kepada pasien hemofilia di Banyumas dan Jawa Tengah.

Diskusi & Komentar

Belum ada tanggapan untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Arsip Berita